"Berscooter Kita Bersaudara"

29.10.08

Silahturahmi anak bangsa


Pemalang, Alun-alun Moga Pemalang, jawa tengah , selasa (28/10) pagi sampai malam , ramai dengan suara knalpot kendaraan roda dua yang dikendarai anggota klub-klub di wilayah kota pemalang,tegal,purbalingga dan pekalongan meliputi klub vespa,merzy dan klub motor tua dan berbagai klub yang lain

Dijadwalkan, mulai selasa agi hingga malam , mereka menuju moga dalam rangka kegiatan "Silahturahmi Anak Bangsa (SAB ) 2008" yang diselenggarakan oleh POM ( Paguyuban Scooter Moga ).paguyuban ini terdiri dari beberapa klub yang ada di moga seperti BASI ( Banyumudal Scooter Indepandent ),Black Eagle Mirzy Club,MGPC,dll


Ketua Panitia Pelaksana SAB 2008, Iwan. mengatakan, kegiatan yang diadakan untuk kali pertama di Moga ,mungkin ke depan akan diadakan secara rutin

Ia menjelaskan, kehadiran anggota klub motor yang dating bisa dibilang tanpa undangan resmi, melainkan hanya melalui komunikasi via telepon maupun pesan pendek (SMS) telepon seluler.

Namun, lanjut dia, kuatnya rasa persaudaraan dan ikatan batin sesama penggemar motor, membuat anggota klub vespa kota/kabupaten wilayah sekitar seperti tegal,pemalang ,pekalongan ,purbalingga dan purwokerto yang tidak dapat undangan resmi tetap ikut berpartisipasi dalam SAB.

Kegiatan ini, selain menjalin silaturahmi dan diisi dengan sunatan masal,kirab vespa, juga menggelar kontes Freestyle anak-anak motor dan atraksi dari para peserta...(hengky )

16.10.08

The Lambretta Museum



Weston-super-Mare

Now separated from Weston Scooter Parts, which Nigel sold to the Scooter Emporium in London, the museum is still however located in the same building. The first thing that struck me, despite the amount of visitors milling about, was the increased floor space one had to move around and look at the scooter exhibits. Yes it’s still cramped and of course not on the scale of London’s V&A museum for example, but a definite improvement on before.

Next was how uncluttered the walls looked. Now the museum is no longer a scooter parts shop too you don’t have the excess of spares and accessories hanging from every available point around the place. While some may mourn the loss of the rare and (some) beautiful accessories hanging upon the walls from those days, their absence does allow one to appreciate the numerous advertising posters and other similar items now covering the wall space. Besides, you’ve always got the Isle of Wight rally for your fix of bolt-on chrome stuff.

One major addition to the museum is Stuart’s business, Scooterproducts.com which will eventually move in, lock stock and barrel once the refurbishment has been completed. Certainly during the rally this seemed to work well with Stu and his team busy throughout the day as museum visitors searched for an ideal scooter related souvenir to take home with them.
While all this was obvious on the surface, I took a brief lull in the crowds as the ideal opportunity to go ‘backstage’ as it were with Stuart to look at what he has yet to put on display and quiz him further about the museum…



sumber :www.scootering.com

9.10.08

Penuh Kejutan dalam Nostalgia Vespa



setelah lama tidak menampilkan varian terbarunya, Vespa akhirnya datang lagi untuk meramaikan pasar skuter di Tanah Air. Kemunculan perdananya pada awal tahun 2007 ini ternyata bukan membawa misi untuk menjadi scudeto pasar matiz di Indonesia. Vespa justru datang untuk membidik segmen pasar yang lebih mengutamakan gaya hidup.

Varian baru Vespa akan hadir di bawah perluasan bisnis PT Sun Motor Group (SMG). Perusahaan yang mewadahi sembilan merek otomotif ternama asal Jepang, Eropa, dan Amerika ini menunjuk anak perusahaannya, PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) sebagai distributor khusus impor kendaraan roda dua utuh (Complete Built Up, CBU).

Memang produk yang dinaunginya ini tidak didatangkan langsung dari negara asalnya, Italia, tetapi diimpor dari perusahaan AS Phoon Pte Ltd di Singapura yang dipercaya oleh produsen Vespa untuk menjadi distributornya di kawasan Asia Tenggara.

Dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada 28 Juni 2006, Direktur Sun Motor Group Nugroho Tjandrakusuma menuturkan, kehadiran skuter ini sekaligus untuk melengkapi keberadaan PT Danmotor Indonesia yang sudah lebih dulu ditunjuk sebagai perakit produk Piaggio di Indonesia.

Tiga Merek

Produk Piaggio sendiri sebenarnya memiliki tiga merek yakni Vespa, Gilera, dan Piaggio. Pada peluncuran tersebut, PT SKN memperkenalkan produk-produk baru dari ketiga merek tersebut yang akan dijual di pasar otomotif Indonesia.

Menurut Direktur AS Phoon Pte Ltd, Francis Phoon, sebagai distributor pihaknya akan selalu memberi dukungan konkret kepada PT SKN terutama menyangkut penyediaan prasarana layanan Sales, Service dan Sparepart (3S).

PT SKN juga menggandeng perusahaan pebiayaan PT Tunas Financindo Sarana (Tunas Finance) guna mempermudah pembelian dengan cara kredit. Dengan fasilitas kredit ini, PT SKN optimistis mampu mencapai target penjualan sebesar 800 unit di tahun 2007.

Vespa yang namanya sudah membumi di Tanah Air ini, datang dengan membawa banyak perbedaan. Perubahan menyolok dari segi harga. Muncul terakhir kali pada tahun 1982, saat itu Vespa menghadirkan seri PX dan LX yang pertama kali menggunakan lampu sein. Harganya masih berkisar pada Rp 1 juta.

Pada kemunculan kali ini, skuter Vespa menyodorkan model terbarunya, Vespa Granturismo 200L dan Vespa LX 150 didampingi oleh Gilera New Runner 200VXR.

Harganya pun sangat jauh berbeda. Harga on the road (OTR) masing-masing Gilera New Runner 200VXR seharga Rp 55 juta, Vespa Granturismo 200L seharga Rp 59 juta, dan Vespa LX 150 Rp 44 juta.

Kepala Cabang Bintaro Jaya Sektor B VII Tangerang, Dion Romano mengakui, Vespa kali ini memang membidik pangsa pasar yang mengutamakan gaya hidup mengendarai kendaraan roda dua.

Menurut Dion, calon pembeli dapat memiliki kendaraan ini dengan menyerahkan uang muka sebesar Rp 10 juta dan angsuran Rp 2 juta selama dua tahun.

"Pada peluncurannya, indent tipe LX sudah 40 unit. Tipe ini memang menjadi andalan dan menguasai 80 persen dari total impor. Kecepatan LX bisa mencapai 110 km per jam sementara GT hingga 150 km per jam," ia menjelaskan.

Vespa juga banyak menawarkan keunggulan terutama mesin yang sudah menerapkan aturan Euro-3. Kendaraan matiz ini memang dirancang memiliki perpaduan klasik dan teknologi mutakhir, sehingga pantas menjadi ikon otomotif yang unik dan artistik.

Kita cermati lagi, New Runner 200VXR yang merupakan hasil karya evolusi terdepan dari pendahulunya. Nilai orisinal berpadu dengan berbagai unsur sport sejati dengan tampilan yang up to date.

Untuk soal kemampuan, Vespa memiliki tenaga ideal untuk memenuhi tuntutan para bikers mania. Mesin empat langkah berkapasitas 200 cc silinder tunggal Piaggio Leader, menjamin transmisi otomatis kendaraan sehingga mampu menjaga tenaganya pada 14 kw yang didukung kerja mesin 9.750 rpm.

Distributor Piaggio menawarkan keinginan bernostalgia bagi para penggemar Vespa dengan menghadirkan Granturismo 200L. Selain mesin 4-tak dengan dukungan 4-katup, kendaraan ini juga memiliki nilai lebih dalam wujud kehadiran sistem pendingin air yang dimilikinya.

Tidak mengherankan jika performa mesin skuter yang satu ini bukan hanya ramah lingkungan tetapi juga hemat suara alias tidak bising. Dan,yang lebih penting tidak kehilangan tenaga.

Suspensi

Skuter memiliki sistem suspensi yang menggunakan dual rate adjustable preload hydraulic shock absorbers dan disc-brake pada roda belakang. Tak heran kalau dia pun mampu memberikan kenyamanan dan keamanan saat dikemudikan.

Begitu pula dengan Vespa LX 150. Kendaraan yang satu ini memang dirancang sebagai penerus varian ET4. Elemen terbaru pada skuter terletak pada penggunaan roda depan berdiameter 11 inci demi meningkatkan kestabilan dan keamanan berkendaraannya.

Tampilannya yang elegan dengan dukungan mesin yang hemat bahan bakar (37 km per liter) sudah tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Vespa LX 150.

Penjualan kendaraan ini tidak semata hanya memikirkan gaya hidup pembelinya. Tetapi juga mengandung wujud kepedulian sosial dari pemakainya. Hal itu terlihat dari kerja sama PT SKN dengan Habitat for Humanity Indonesia dalam mendukung suksesnya Love Indonesia Programs.

Kerja sama tersebut berupa sumbangan sebesar Rp 100. 000 yang dipungut dari tiap unit yang terjual selama tahun 2007. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 25.000 rumah layak tinggal bagi mereka yang kurang mampu. Proses pembangunannya pun dilaksanakan Habitat for Humanity Indonesia bersama komunitas Piaggio dan calon pemilik rumah. [Y-5]

Di sadur dari

http://www.suarapem baruan.com/ News/2007/ 01/28/Otomotif/ oto01.htm

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN