"Berscooter Kita Bersaudara"

28.9.10

BREBES BANJIR SCOOTER ( BEBAS ) 2

Brebes, Sesuai dengan tema kegiatan Brebes Banjir Scooter (Bebas), Kota Brebes Sabtu dan Minggu (25-26/9) benar-benar banjir kendaraan vespa. Ribuan penggemar motor produk Italia dari berbagai kota se Indonesia, memadati arena kegiatan di halaman GOR Sasana Adhy Karsa.

Karena begitu besar minat komunitas vespa berkumpul, halaman GOR tak muat menampung peserta. Sebagian peserta akhirnya memarkir kendaraannya di sepanjang jalan menuju GOR, kemudian di halaman Sanggar Pramuka dan sebagian lagi berceceran di jalan Veteran, MT Haryono, dan Jl Taman Siswa.

Pertemuan komunitas scooter ini digelar dalam rangka peringatan satu windu berdirinya Asli Scooter Brebes atau disingkat Asbes. Ketua panitia Moenawir ST mengatakan, ajang kumpul komunitas penggemar vespa ini sebagai bentuk silaturahmi dan halalbihalal antarkomunitas vespa. Berdasarkan catatan panitia, peserta yang datang mewakili komunitas 60 klub dengan jumlah peserta sekitar 1.000 orang lebih.

Mereka datang dari berbagai kota besar seluruh Indonesia seperti, Semarang, Bandung, Yogyakarta,Pemalang, Purwokerto, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Bandung, dan Jakarta. ''Ada juga peserta dari Lampung, Bali dan Aceh. Selain itu, ratusan peserta dari wilayah eks Karesidenan Pekalongan,'' paparnya.

Hasil Modifikasi
Scooter meramaikan ajang ini hampir sebagian besar hasil modifikasi dengan merubah beberapa bagian vespa. Ada juga yang dipadukan antara motor Jepang dengan vespa, ditempeli dongdang, bahkan tak jarang bodi dipanjangkan sampai dua meter lebih. Mereka tampil unik-unik, dengan gaya dandanan yang "nyleneh". Beberapa pemilik vespa dongdang (brekele) tak segan menempelkan aneka asesoris yang membuat penonton tersenyum. Seperti menempelkan boneka, ban bekas, tanaman, gading ternak dan aneka asesoris lain.

Untuk urusan tidur pun, peserta nampaknya tak ambil pusing, karena panitia tidak menyediakan penginapan. Yang membawa dondang disulap menjadi tempat tidur, dengan menutup menggunakan kain bekas spanduk dan lainnya. Bahkan, sebagian tidur di emper GOR, pendapa kwarcab Pramuka, dan di pinggir jalan.

Dilokasi kegiatan mereka bisa saling tukar pengalaman menyangkut cara perawatan, cara memperoleh suku cadang yang mungkin susah dicari di pasaran. Beberapa pedadang onderdil dan asesoris menggelar dagangan di emperan GOR.
Sabtu malam peserta dihibur Grup Band Nyong Safa dari Brebes dan Sogan (Bumiayu). Pada Minggu pagi digelar kontes scooter dngan berbagai kategori (Kik)

23.9.10

Pemotor Harus Diajari Tertib, Bukan Dilarang-larang

Jakarta - Belakangan ini para pengguna kendaraan roda dua sering kali dibuat resah oleh berbagai peraturan yang direncakan kepolisian dan pemerintah.

Para pengendara motor pun merasa diasingkan dari jalanan meski mereka sama-sama membayar pajak seperti pengguna kendaraan lain.

Melihat hal itu, Presdir Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata menyarankan agar pihak-pihak yang berwenang tidak lagi melarang-larang pengguna motor dan membedakannya dengan pengguna mobil karena baik mobil maupun motor sama-sama membayar pajak.

"Jalan itu kan punya publik, milik umum, jangan larang-larang," ungkapnya.

Para pejabat yang berwenang menurut Gunadi diharapkan tidak menggunakan jalan pintas dengan melarang sesuatu ke pengguna jalan khususnya motor.

Pemegang kuasa seharusnya mengajari masyarakat entah itu pengguna motor atau pun mobil agar lebih tertib di jalan.

"Kuncinya itu, tertib. Lebih baik mengajari mereka cara tertib berlalu-lintas daripada melarang-larang," tegasnya.

"Ajari kenapa pengguna motor harus pakai helm, kenapa dibuat jalur khusus. Itu lebih efisien. Kalau semua sudah tertib, banyak masalah terpecahkan. Macet dikurangi, kecelakaan dikurangi. Kalau ada yang melanggar, baru tindak," imbuhnya.

Gunadi berpendapat tidak fair melarang-larang para pengguna motor selagi infrastruktur Jakarta masih minim. Misalnya saja rencana pelarangan motor masuk ke jalan protokol yang tidak jadi dilaksanakan.

"Yang saya tahu Pak Gubernur DKI Jakarta memang tidak memiliki rencana pelarangan motor lewat jalan protokol, mungkin itu bawahannya, saya tidak tahu dan itu tidak terbukti akan dilakukan. Tapi yang jelas kalau andaikan itu dilakukan, itu tidak fair dilakukan selagi infrastruktur transportasi masih seperti sekarang," pungkasnya.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian sempat akan memberlakukan pembatasan motor di jalan protokol sehabis Lebaran, namun hal itu belum jadi dilaksanakan.
( syu / ddn )

5.9.10

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H


Tidak terasa sudah dekat waktunya bagi kawan-kawan yang beragama muslim merayakan hari raya Idul Fitri 1431 H. Pada kesempatan ini ijinkan saya Hengky Kik ( Scootman ) mengucapkan selamat hari raya Lebaran, Mohon Maaf Lahir dan Batin karena mungkin didalam perjalanan saya dalam berinteraksi baik dengan sesama blogger / millis / forum / situs jejaring sosial yang lain maupun para pengunjung blog saya ini, saya telah melakukan suatu hal yang mungkin tidak berkenan dihati.
Bagi kawan-kawan yang harus pulang mudik untuk bertemu dengan sanak saudara dan handai taulan, semoga sampai di tujuan dengan selamat serta boleh kembali ke tempat tinggal masing-masing dengan tanpa kurang suatu apapun dan semoga selamat dan lancar di perjalanan!

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN