"Berscooter Kita Bersaudara"

9.11.10

Pada Titik jenuh …

Titik jenuh. Ya, inilah yang aku takutkan. Dan sayangnya aku sedang mengalaminya. Sudah hampir seminggu ini. Daripada berkepanjangan, setelah minum coffemix dan nonton editorial media Indonesia pagi ini (rabu, 10/11/2010), aku segera mengambil “hape”-ku dan sms 10 orang temanku. Kebiasaan aneh memang, tetapi baik menurutku. Aku sangat berharap dari 10 orang temanku ini, paling tidak ada satu atau dua orang yang memberikan saran terbaik dan bisa aku jalankan. Konkret pula tentunya. Yah, dilihat dari segi ekonomis memang aku harus mengeluarkan pulsa. Lumayan banyak, 2ribuan. Untuk sesame operator, aku mengeluarkan 99 rupiah/sms dan lain operator 149 rupiah/sms. Maha atau tidaknya nilai nominal tersebut sangat relative dari sisi mana Anda memandang. Namun jika dilihat dari sisi positifnya, aku yakin itu tidak akan sebanding nilainya.

Di bawah ini adalah jawaban-jawaban dari sms yang aku kirimkan :

“Wa’alaikumsalam. Cari kegiatan positif lain yang bisa mengurangi kejenuhanmu.”
– Wah, kilat khusus. Lumayan lah smsnya, walaupun singkat. “Not bad”. Temanku ini mengirim satu menit setelah aku mengirim smsku. Cepat sekali memang. Jarak Jakarta-Yogyakarta ternyata tidak mempengaruhi kecepatan berlari smsnya. –

“Ketemu di Taman puring yukz.”
- Ini sangat persuausif menurutku. Temanku dengan background pedagang ini mencoba memberikan sentuhan kejiwaan dengan mengajakku bertemu langsung,sekalian liat barnag barunya Yah, ini juga tidak buruk. –

“Wa’alaikumsalam. Mungkin kamu coba refreshing dulu. Pergi kemana gitu. Tapi tempatnya yang tenang, ga rame. Biasane aku kalau lagi jenuh, ya keluar sejenak dari rutinitas. Coba cari kegiatan yang pernah dilakukan”.
- Temanku yang berlatar belakang “mathematician” ini juga berusaha memberikan sugestinya padaku. Kalimat di atas mengajak logikaku bereaksi dan bergerak. Baik juga. –

“Yang bisa nolong ya diri hengky sendiri”
- Gemas rasanya aku mendengarnya. Temanku ini mungkin sedang buang air besar waktu menuliskan sms tersebut. Atau, situasi kota Bandung yang membuatnya menjadi manusia super sibuk. Singkat, dan terkesan buru-buru. Namun ada benarnya memang. Hanya aku yang bisa menolong diriku sendiri. Yup, kembali lagi ke sugesti diri. –

“Wa’alaikumsalam Wr.Wb. “Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman”. QS 3 : 139; “Siapa yang benar-benar mengenal Allah tidak akan risau atau berduka cita untuk selama-lamanya”; “La tahzan, Allah kan selalu bersamamu”. SEMANGAT …:P”
- Subhanalllah. kakaku ini sempat-sempatnya membuka Al-Quran dan menuliskannya untukku. Atau mungkin dia mempunyai koleksi sms ayat-ayat suci Al-Quran dalam “hape”-nya. Dari ayat pertama aku tersentak, apakah aku orang yang imannya lemah? Huh, bisa jadi. Dari ayat kedua aku bertanya, apakah aku tidak benar-benar mengenal Allah? Bisa jadi juga. Kalau aku mengenal Allah dengan baik, mungkin aku tidak akan mengalami hal seperti ini. -

“Wa’alaikumsalam. Hengky , yang bisa membantu kamu adalah diri kamu sendiri. Kadang aku juga merasakan hal serupa. Biasanya kalau gitu, aku melupakan sesaat semua hal yang membuatku strez, terus senang-senang. Misalnya shoping, belanja, makan atau yang lain gitu. Mending sekarang kamu ambil wudhu trus shalat. Berdoa minta petunjuk. Kalau belum juga dapat, kamu cari wangsit …”
- Cukup panjang memang, tetapi sarat akan nasihat. Hampir mirip dengan sms temanku sebelumnya, tetapi diimbuhi dengan sugesti dari hati dan berdasarkan pengalaman pribadi. Aku suka nasihat terakhir. (tapi aku harus cari wangsit di mana ?) –

“Maap kik baru balas. Aku gi ada pulsa nih. Mang napa? Kok ga semangat? Ayo semangat dong. Lagi ada masalah po? mending kamu maen2 kemana, buat nenangin diri, ok Kalau mau balas, ke nomorku aja.“
- Walaupun agak terlambat, tetapi setidaknya temanku yang satu ini mau bersusah payah meminjam hape milik temannya untuk sekedar memberikan sugestinya padaku. Terima kasih banyak ya. –

“Saranku sih kowe golet lingkungan baru. Dolan bae menggone kancamu sing kira2 ngerti kowe ato mungkin kunjungi kancamu sing suwe ra ketemu, ok? Cheer’s. “
- Temanku yang asli Yogya ini memberikan nasihat dalam dua bahasa. Bagus lah. Setidaknya dia masih ingat padaku. –

“Tak ada yang seramah pagi. Dalam heningnya ia menenangkan. Dalam segarnya, ia menggairahkan. Dalam hangatnya, ia menggerakkan. Itulah pagi seorang mukmin. Maka sambutlah wahai jiwa-jiwa perindu surga, sambut dengan target-target amal dibumbui senyum tsiqoh billah”
- Subhanallah. Ingin menangis rasanya hati ini membaca kalimat terakhir di atas. Ya Allah, bimbinglah orang-orang yang lekas lelah seperti aku. Malu rasanya. –

“Maaf ya kik baru balas. Kabarku baik. Kamu dah nyoba jalan-jalan? Misal dari Buro ke taman pancing dan gelanggang sore-sore. Di sana banyak orang dengan segala nasib dan kegiaan yang bisa menginspirasimu. Perhatikan orang-orang di sana. Mulai dari peminta-minta sampe borjuis yang peke mobil bagus-bagus. Jalan sendirian aj. Sambil jalan kamu bisa merasakan makna hidup. Kalau capek, berhenti, misal beli tempura, sambil tetap liat-liat. Met mencoba.”
- Ya Allah terima kasih banyak. Engkau telah membuat aku dikelilingi oleh orang-orang hebat dan peduli padaku. Sms terakhir ini begitu menarik untuk dicoba. Kapan-kapan aku coba deh kalau aku kumat lagi.”

Sebenarnya bukan sekali atau dua kali aku melakukan hal di atas. Setiap kali aku merasa ada yang salah pada diriku, aku selalu minta pendapat orang-orang di sekelilingku, yang mengenalku tentunya. Aku pikir akan sangat bermanfaat bagiku, meminta pendapat teman-temanku, daripada aku harus berkutat dalam “mencari apa yang salah” dalam diriku sebenarnya.

Membaca sms-sms balasan di atas aku kemudian berpikir bahwa ternyata masih banyak orang-orang yang peduli padaku dan menyayangiku pula tentunya. Kalau tidak, mana mungkin mereka sempat untuk membalas smsku. Menyenangkan sekali kalau hidupku selalu seperti ini. Saling mengingatkan dan saling menasihati seperti ini adalah hal yang sangat indah. Aku yakin Anda yang membaca ini juga pasti sering mengalami hal yang sama seperti aku di atas, tetapi reaksi dari masing-masing Anda pasti berbeda satu sama lain. Yah, tidak ada salahnya kalau Anda mencoba cara yang aku lakukan di atas.

Benar juga ada orang yang mengatakan bahwa banyak kepala itu jauh lebih baik dari satu kepala. Terkadang aku memang harus mengkomunikasikan sesuatu yang pelik kepada orang lain saat diriku tidak mampu lagi untuk memecahkannya. Dan hasilnya, seperti yang Anda baca di atas. Hal ini menggambarkan bahwa kemampuan kelompok atau tim jauh lebih unggul daripada kemampuan perorangan. Bahkan mungkin kemampuan perorangan akan meningkat di saat orang tersebut masuk dalam sebuah tim yang berkemampuan tinggi. Mau tidak mau, dia harus menyesuaikan diri dalam tim tersebut dan muncullah kemampuannya yang sesungguhnya. Wuih, banyak bicara juga aku ini.

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN