Jabat Erat Persaudaraan

30.1.11

Vespa Klasik: Lahir & Mati Karena Gaya Hidup

Berita pada tahun 2008 dari surat khabar Sunday Mirror dalam salah satu edisinya yang beredar di London menginformasikan bahwa Vespa PX tidak lulus uji emisi berdasarkan kriteria Euro 3. Adapun setelah membaca berita tersebut pikiran saya langsung teringat akan poster pertama Vespa 98 saat dipasarkan tahun 1946. Missi dalam poster yang menggambar seorang wanita energic sedang mengendarai Vespa 98 sambil melambaikan tangannya dengan latar belakang beberapa orang yang mengenakan pakaian dan kendaraan masa lalu tersebut, seakan menyiratkan bahwa Piaggio melalui produksi Vespanya ingin menggebrak dunia agar merubah pandangan gaya hidup atas sebuah kendaraan roda dua selama ini.

Berselang dua tahun setelah dunia dikenalkan dengan Vespa 98, kendaraan ini langsung merebut banyak hati peminatnya, dunia langsung ber-vespa-ria . Apalagi setelah Vespa GS mulai memasuki pasaran kendaraan roda dua. Masa-masa berikutnya gebrakan yang dilakukan Piaggio dengan pendekatan gaya hidup melalui berbagai macam media dan inovasi menuai hasil. Begitupun dengan pandangan dunia yang semakin menempatkan Vespa menjadi bagian dari sebuah gaya hidup. Adalah selebriti hingga cover majalah-majalah terkenal secara langsung maupun tidak langsung seakan meng-iya-kan bahwa Vespa telah menjadi sebuah icon dari gaya hidup itu sendiri. Naiknya image ini kemudian beriringan dengan jumlah produksi maupun serie yang dihadirkan oleh Piaggio dalam melayani permintaan pasar dunia akan skuter. Gelombang ekspor Vespa dari Italy tidak hanya dalam bentuk barang-barang itu saja, namun juga kerjasama antar negara untuk memproduksi maupun merakit Vespa di luar Italy.

Di lain sisi memasuki era 1970’an isyu global dunia mulai dihiasi dengan munculnya krisis energi yang diikuti dengan perkembangan isyu perbaikan akan iklim dunia di tahun 1980’an. Pandangan terhadap kwalitas udara yang lebih baik semakin menyadarkan warga dunia bahwa hal itu memang perlu dicarikan jalan keluarnya. Hemat energy dan kwalitas gas buang kendaraan kemudian menjadi standar bagi rancangan kendaraan-kendaraan kedepannya saat dunia memasuki era 1990’an.

Perkembangan isyu ini kemudian juga diantisipasi oleh Piaggio dengan mengeluarkan serie ET yang fenomenal. Namun dilain pihak Piaggio juga seakan tidak ingin menghilangkan begitu saja sebuah icon yang telah melambungkan namanya. Dengan tetap berbasis pada semangat penggunaan konsep mesin dua tak dan rancang bangun dari model sebelumnya yang menggunakan box kiri-kanan knock down system, maka keluarlah serie New PX yang diharapkan dapat merengkuh pecinta Vespa yang berbasis klasik. Namun semangat romantisme akan masa lalu tinggalah semangat, masyarakat Eropa tidak merekomendasikannya sebagaimana khabar dari Sunday Mirror di atas. Akhirnya serie PX hanya menyisakan pertanyaan The Last True Vespa? sebagaimana ditulis Giorgi Sarti dalam bukunya 60 years of the VESPA. Vespa klasik akhirnya mati secara produksi karena hal yang saat kelahirannya merupakan icon dari vespa itu sendiri, sebuah gaya hidup atau life style…, dunia perlu udara bersih. / bambang subiyantoyo

28.1.11

Siap-siap, Konvoi 500 Moge Harley Bakal Penuhi Jakarta!

Jakarta - Ratusan Harley-Davidson dipastikan akan menyesaki jalanan Jakarta pada tanggal 30 Januari 2011 mendatang. Sebanyak 500 motor besar asal Amerika tersebut akan berjalan bersama menembus belantara Jakarta.

PT Mabua Harley-Davidson beserta komunitas pengguna motor Harley-Davidson rencananya akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai 'konvoi motor Harley-Davidson dalam jumlah peserta terbanyak.'

Sebelumnya rekor konvoi motor Harley-Davidson pernah mencetak rekor konvoi terbanyak pada 11 Maret 2007 silam. Namun ketika itu jumlah motor yang mengikuti konvoi hanyalah sebanyak 429 saja.

Nah di awal tahun 2011 inilah PT Mabua Harley-Davidson beserta komunitas pengguna motor Harley-Davidson ingin memecahkan rekor tersebut dengan target minimal 500 motor Harley-Davidson konvoi bersama-sama.

"Kami inginkan konvoi bisa diikuti 500 motor ke atas," ungkap Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davidson Djonnie Rahmat kepada detikOto, Senin (24/1/2011)

Rute Konvoi

Menurut rencana konvoi besar Harley-Davidson yang akan diikuti komunitas-komunitas seperti Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) dan Harley Owner's Group (HOG) ini akan dimulai di showroom Mabua Harley-Davidson di Jl. TB. Simatupang menuju kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.

"Dari TB. Simatupang kita lewat Buncit, lalu ke Gatot Soebroto dan menuju Pluit. Kita tidak lewat Soedirman dan Thamrin karena ada car free day," jelasnya.

Wah nanti bikin macet dong pak?

"Kami harapkan tidak terjadi kemacetan. Kita kan sudah berpengalaman membuat acara seperti ini di 2007. Kita harapkan konvoi ini tidak akan bikin macet dan menggangu pengguna jalan lain," pungkasnya. ( syu / ddn )

18.1.11

Ranjau Paku Bertebaran di Senen, Pemotor Sehari Ganti Ban 2 Kali

Jakarta - Penebar ranjau paku mulai beraksi lagi di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Pemotor terpaksa ganti ban hingga 2 kali dalam sehari.
Seperti pengalaman Aryani (28), karyawan swasta yang berkantor di kawasan Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Dalam sehari ini, Aryani mengalami dua kali bocor ban.

"Saya sampai ganti ban dalam dua kali karena ban saya bocor sehari ini," kata Aryani kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/1/2011).

Aryani berangkat kerja dari rumahnya di kawasan Galur, Jakarta Pusat, pukul 08.00 WIB. Sebelum berangkat ke kantornya, ia lebih dulu pergi ke bank.

"Saya ke bank dulu yang di Cempaka Mas, mau setor uang ke orangtua saya," katanya.

Saat keluar, kondisi bannya saat itu masih bagus. Begitu keluar dari bank sekitar pukul 09.00 WIB, Aryani melanjutkan perjalanan ke kantornya.
"Dari Cempaka Mas, saya muter lagi ke Jl Suprapto mengarah ke Senen," katanya. Sesampainya di underpass Senen, Yani sudah merasakan jika bannya sudah kempes. "Tapi waktu itu saya nggak berpikir kalau ban saya bocor," katanya.

Namun, saat di lampu merah Senen ketika hendak belok ke kanan ke arah RSPAD, Aryani merasakan laju motornya berat. "Pas saya cek, ternyata bocor," katanya.
Sangat kebetulan sekali, di depan Atrium, Senen, ada tukang tambal ban. Aryani lalu menuntun motornya beberapa meter dari simpang Senen ke tukang tambal ban itu.
"Karena saya buru-buru, saya lalu meminta tukang tambal ban itu mengganti ban dalam saya," katanya.

Ia tercengang, ketika menanyakan harga ban dalam baru. Dengan seenak udelnya, tukang tambal ban itu mematok harga ban dalam merek youtube seharga Rp 45 ribu. "Saya tawar, dia nggak mau," katanya.

Akhirnya, dengan terpaksa Aryani mengeluarkan uang yang tinggal 60 ribu di dompetnya itu. "Karena saya belum sempat ambil uang. Untung ada uang sisa kemarin," ujarnya.
Selesai ganti ban, Aryani langsung tancap gas menuju kantornya. "Saya sudah telat masuk kantor," katanya.

Dari Senen, Aryani mengambil jalan pintas lewat belakang RSPAD, lalu ke Menteng dan keluar di dekat Blora. Ia lalu menyusuri Jl Sudirman.
Apesnya, ketika di bawah jembatan Semanggi, ban dalam motornya yang baru saja diganti, kembali bocor. Ia lalu menuntun motornya hingga ke JPO depan Mapolda Metro Jaya.

"Saya lalu menelepon teman saya untuk membawa motor saya ke tambal ban," katanya. Kali ini, Aryani mengeluarkan uang sebesar Rp 35 ribu untuk mengganti ban dalamnya yang bocor sepanjang 5 cm.
"Saya harap polisi menindak tegas penebar ranjau paku," kata dia.

sumber : Detikoto

5.1.11

Geng Motor Bandung Membubarkan Diri

Bandung - Aksi geng motor di Bandung kerap meresahkan masyarakat, namun kini angin segar berhembus dari Kota Kembang itu. Geng motor Bandung membubarkan diri.

Lebih dari 1.500 orang hadir dalam kegiatan 'Deklarasi Pembubaran Geng Motor', di Lapangan Tegalega, Kami (30/12/2010). Sejak pukul 08.30 WIB, mereka hadir di Lapangan  Tegalega. Empat geng motor itu sepakat membubarkan diri.

Mereka terdiri dari empat geng motor, masing-masing GBR, Moonraker, Brigez, dan XTC. Selain itu, siswa dan elemen lainnya seperti dari TNI, Satpol PP, dan pihak kepolisian hadir dalam kegiatan tersebut.

Berbeda dengan rencana awal, deklarasi kali ini justru menjadi ajang pembubaran geng motor. Mereka membacakan pernyataan sikap membubarkan diri. Pernyataan tersebut juga terpampang juga spanduk berukuran sekitar 2x4 meter yang berisi pernyataan bersama XTC, Brigez, Moonaraker dan GBR Kota Bandung.

Isi spanduk tersebut yakni:

Kami segenap anggota dan pengurus  XTC, Brigez, Moonaraker dan GBR Kota Bandung, dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas Kota Bandung yang kondusif dengan ini meyatakan.


1. Kami bersama seluruh komponen masyarakat lainnya ikut berpartisipasi membantu tugas aparat keamanan menjahi diri dari kegiatan berandalan bermotor dalam rangka menjaga dan mewujudkan Kota Bandung yang aman dan kondusif.
2. Kami akan membubarkan diri sebagai geng motor dan mengubah imej dari komunitas dengan kegiatan negatif mejadi komunitas dengan kegiatan yang positif. Serta ikut memberantas kejahatan bermotor yang ada di kelompok kami.
3. Kami siap mendukung dan mewujudkan 7 agenda pembangunan Kota Bandung dan 5 gerakan lingkungan hidup menuju Kota Bandung sebagai kota jasa bermartabat.
4. Kami siap ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku jika ada di antara kami yang melakukan tindak pidana dan pelanggaran hukum lainnya.

Pernyataan bersama ini merupakan jalinan semangat moral dan kerjasama antar organisasi anggota dan pengurus XTC, Brigez, Moonaraker dan GBR guna mewujudkan situasi kamtibmas, kondusif, dan menyongsong tahun baru 2011 dengan lembaran baru yang terbebas dari kejahatan atau berandalan bermotor demi tetap terjalinnya persatuan dan kesatuan dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

Spanduk tersebut ditandatangani oleh masing-masing pengurus geng motor, Wali Kota Bandung yang diwakili Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto, Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan, Dandimtabes 0618/BS Bandung Letkol Infateri Yufti Senjaya, Kajari Bandung Amir Yanto, dan Ketua PN Bandung Joko Siswanto.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto menyambut positif adanya deklarasi tersebut. Menurutnya, hal itu jadi langkah untuk memulai sesuatu yang lebih baik.

"Kami menyambut baik dengan adanya pembubaran geng motor ini. Semoga Kota Bandung jadi lebih kondusif," kata Jaya.
Sementara dalam sambutan Wali Kota Bandung Dada Rosada yang dibacakan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda mengatakan, pembubaran geng motor harus diapresiasi.
"Ini harus diapresiasi karena deklarasi ini tentu akan memberi nilai tambah bagi mereka. Yang tadinya memiliki citra negatif bisa berubah ke arah positif," jelasnya.

Rangkaian acara yang dimulai pukul 09.00 WIB berakhir sekitar pukul 10.40 WIB. Massa pun langsung membubarkan diri.
Sayang, sebelum deklarasi ini digelar, Rabu 29 Desember 2010 sore hari, aksi pengendara motor brutal memakan korban. Seorang bocah berusia 13 tahun terluka matanya terkena sabetan parang pengendara motor di perempatan Jalan Veteran-Jalan Sunda.

Sumber :Detikoto

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN