"Berscooter Kita Bersaudara"

29.9.14

Distinguished Gentlements Ride Indonesia, Serentak di 6 Kota


Jakarta - Distinguished Gentlement's Ride (DGR) kembali digelar di Indonesia, bukan hanya di Jakarta tapi bikers di kota-kota besar di Tanah Air juga ikut serta. DGR sendiri merupakan gerakan dari penggemar dan pengendara motor klasik, modern klasik, scooter dan custom di seluruh dunia berkumpul untuk berkendara bersama keliling kota dalam rangka mendukung riset global kesehatan pria.

Acara ini gratis, tidak dipungut biaya. Peserta riding tidak diwajibkan untuk memberikan sumbangan dalam bentuk apapun. Namun Bagi yang ingin mengapresiasi dan membantu acara ini dapat menyumbang uang minimal USD 1. Dimana semua donasi dapat dilakukan langsung secara online melalui website resmi www.gentlemamsride.com
Dana dari donatur yang terkumpul akan didonasikan untuk riset global kesehatan pria misalnya untuk penyakit kanker prostat. "Setiap tanggal 28 September DGR pasti digelar diseluruh dunia, dan tanggal 27 kemarin berhasil mengumpulkan dana $1,2 juta dari seluruh dunia. Pastinya hari ini akan bertambah banyak." ujar Robby Trisna dari Unionwell Bandung.

Kegiatan ini digelar serentak di 257 kota di dunia dari 57 negara. Diperkirakan ada 20.000 bikers dari seluruh dunia yang ikut serta dalam kegiatan serupa. Untuk Indonesia digelar serentak di 5 kota. Yakni Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta dan Denpasar. 
Di Bandung misalnya, jalan-jalan khas bikers ini berlangsung dari Babakan Siliwangi - Gedung Sate - Jembatan Pasupati - Pajajaran – Gedung Merdeka dan kembali lagi ke Babakan Siliwangi. Sedang di Jakarta, rutenya dari Patiunus - Patal Senayan - Arteri Pondok Indah - Lebak Bulus - TB Simatupang - Antasari - Blok M dan kembali ke Patiunus.

Antusiasme dari Solo pun tak kalah heboh. Sampai-sampai dibagi 2 grup dengan lokasi start berbeda. Ada yang dilepas dari halaman Rown Division, sebuah gerai distro di Solo, dan ada yang startdari halaman markas besar KTMC di Tanjung Anom, Solo. 

Uniknya lagi setiap peserta kompak menggunakan busana layaknya ke pesta lengkap dengan jas dan dasi. "Saya sudah ikut di Jakarta 2 kali, dan sekarang di Bandung. Asik banget cuaca mendukung lagi, selain aksi sosial sisi fashionnya juga bikin seru. Kostum saya ini spesial saya siapin buat gentlemen ride" canda David vokalis grup band Naif yang terlibat di gelaran ini menunggangi motor Royal Enfield tahun 2014



23.9.14

Unik, Beginilah Jadinya Jika Vespa `Kawin` Dengan Segway

Segway dan Vespa adalah dua kendaraan yang paling khas. Untuk menyatukan keduanya, perusahaan desain asal Catalonia, Bel & Bel menciptakan sebuah terobosan terbaru di dunia teknolgi dan otomotif.

Mereka memodifikasi Vespa dengan cita rasa Segway, yang dijuluki Zero Scooter. Menariknya, skuter ini mengusung mesin listrik sehingga sangat ramah lingkungan dan suara mesinnya pun senyap – berbeda dengan mesin bensin original Vespa yang cukup mengganggu telinga.

Mengutip laman Stuff, Zero Scooter dapat menempuh perjalanan hingga 35 km hanya dalam sekali isi baterai. Kendaraan ini memiliki kecepatan 12.4 mph dan dapat membawa pengendara dengan bobot hingga 180 kg.

Bahkan Bel & Bel mengklaim, skuter buatannya lebih mudah untuk digunakan dan lebih stabil ketimbang Segway serta merupakan satu-satunya skuter yang mampu mendaki lereng higga ketinggian 30 derajat. Stang kemudinya pun dapat disuaikan dengan tinggi badan pengendara.

Jika tertarik, Anda bisa memesannya di portal belanja Maxyhobby, dengan waktu perancangan sekitar 15 hari. Namun biasanya Bel & Bel membutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk menyelesaikan kendaraan dari awal sampai pengiriman.

Zero Scooter dapat dipesan sesuai warna favorit, dengan harga 2.995 euro atau sekitar Rp 48 juta.

Sumber : Scootman 

7.9.14

Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) Berharap Perhatian Pemerintah


Vespa memiliki daya tarik tersendiri, unik dan berkesan. Itu alasan Ferdy Hendra pria asal Palembang, datang ke Medan menghadiri acara Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) XII di Sirkuit IMI Jalan Pancing Medan
Medan - Ferdy Hendra tampak bersemangat. Ribuan Vespa yang berjejer di Sirkuit Pancing dalam acara Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) ke XII  menghilangkan rasa lelahnya setelah melakukan perjalanan Palembang-Medan, Minggu, (24/8) lalu dan sampai di Medan pada Selasa, (26/8) lalu.
Tak hanya itu, vespa miliknya yang jauh dibawa dari Palembang akhirnya mampu memenangkan kontes kategori original. Vespa dengan warna biru dan sudah bekarat tersebut pun menjadi pusat perhatian dan dikerumuni para pengunjung.
“Vespa memiliki daya tarik tersendiri, unik dan berkesan. Itu alasan saya datang kemari,” ujarnya saat ditemui Sumut Pos, Minggu (31/8).
Vespa dengan flat BG 12911 milik Ferdi adalah Vespa keluaran 1956, Dougless. Ia membelinya dari seorang warga di sekitaran Jembatan Ampera dengan harga yang terbilang mahal 12 tahun lalu. Warna, body semuanya masih original, kecuali beberapa perangkat kicil seperti sarung tangan di stang dan ban yang digunakan.
“Semua original, kecuali stang dan ban yang dipakai, begitu pun ban originalnya masih saya letakkan di belakangnya, tapi memang tidak dapat lagi digunakan,” ujarnya sembari menjawab banyak pertanyaan lain dari pengunjung yang merubuni motornya.
Ia mengaku sudah sejak 1999 tertarik melihat vespa, namun baru serius pada tahun 2008. “Saya suka vespa karena unik dan pertemanan antar sesama vespa itu kuat. Makanya saya sempatkan hadir ke acara ini jauh dari Palembang,” katanya.
Sementara itu, ketua panitia KBSS XII, Eric Murdianto menjelaskan, kegiatan ini dirancang dengan konsep carnaval. “Konsepnya seperti karnaval, semua vespa yang masuk di letakkan sejajar, intertaint karena ada UKMnya ada juga kulinernya dan berbagai kontest kita buat,” ujarnya sembari mengatakan tahun lalu KBSS dilaksanakan di Jambi.
Tambahnya, peserta kali ini berasal dari Sabang sampai Marauke, bahkan hadir pula scooterist dari Filipina, Timika dan Malaysia. “Yang jauh dari luar kami nyebutnya scooter terbang. Jadi acaranya ini Sumatera, tapi yang hadir dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan Eric, tujuan kegiatan tak lain untuk memperkenalkan potensi yang terdapat di Sumut, khususnya di Medan serta mempererat silaturahmi antar scooter dan meningkatkan kreatifitas anak-anak muda.
“Tapi namanya hobi yah, pasti kendala tetap ada. Selama ini kami secara maksimal dibantu oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) makanya, saya berharap pemerintah bisa memperhatikan kami. Khususnya Pemprov Sumut, kami perlu ruang hobi, ruang kreatif karena inikan bisa menjadi event tahunan dan potensinya cukup besar untuk memperkenalkan Medan. Seperti hari ini, kami jual majalah tetang Medan plus sertifikat, inikan membantu,” harapnya. (kik)

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN