"Berscooter Kita Bersaudara"

18.8.15

Pengakuan Mengejutkan Polantas Yogyakarta Tak Berdaya Atasi Moge Harley karena….

Akun Twitter Polantas Yogyakarta @Korlantas membuat pengakuan yang cukup mengejutkan beberapa hari yang lalu. Pengakuan terang-terangan ini terkait dengan aksi konvoi moge Harley yang mendapat kecaman dari masyarakat sekitar.
Polantas Yogyakarta yang kemaren ikut mengamankan jalannya konvoi Moge Harley bukannya tak berani menegakkan peraturan lalu lintas yang ada namun mereka Takut Di damprat oleh atasan mereka para jenderal yang ternyata sebagai beking para Moge Harley Arogan yang kemaren bikin heboh dunia maya
Nah seperti gambar dibawah ini , tanyakan pada hati nurani pembaca islamtoleran , Kalau Sudah Begini Mau Bagaimana Lagi??

6.8.15

Dieng Culture Festival 2015

Budaya dan alam Dataran Tinggi Dieng akan berkolaborasi menghasilkan daya pikat yang unik dan memukau. Jika Anda penasaran apa saja yang bisa didapat di sana maka kunjungilah Dieng Culture Festival (DCF) 2015 yang akan diselenggarakan pada 1-2 Agustus 2015.

DCF yang dihelat untuk keenam kalinya ini merupakan pesta budaya terbesar di Dieng. Festival akan dimulai dengan jalan sehat sembari menikmati hangatnya purwaceng, minuman herbal khas Dieng. Anda juga dapat menikmati serangkaian atraksi seni budaya, mulai dari  pertunjukkan wayang kulit di tengah hawa dingin, pameran kerajinan khas Dieng, festival film indie pelajar, pesta balon dan lampion, serta meriahnya pagelaran ‘jazz di atas awan’.

Selain itu, saksikan upacara yang paling ditunggu-tunggu wisatawan yakni ruwat rambut gimbal. Di Dieng, beberapa anak memiliki rambut gimbal asli yang dilatarbelakangi keyakinan dan mitos warga setempat. Pada puncak acara DFC, rambut anak-anak yang gimbal secara alami tersebut akan dipotong kemudian diupacarakan untuk dilarung ke sungai. Rambut gimbal tersebut haruslah dipotong, konon katanya bila rambut gimbal dibiarkan, masyakat Dieng percaya anak itu beserta keluarganya akan terancam musibah.

Anak-anak tersebut memiliki rambut normal saat lahir namun suatu waktu mereka tiba-tiba akan mengalami kejadian-kejadian tertentu yang diyakini sebagai awal mula tumbuhnya rambut gimbal, yaitu suhu badan meninggi diikuti dengan tumbuhnya bintik kecil di kepala. Lama kelamaan, bintik itu membesar dan rambutnya akan menggimbal, saat itu pula orang tua sudah tau bahwa anaknya merupakan keturunan Tumenggung Kolo Dete, pertapa berambut gimbal dari Majapahit.

Sebelum upacara pemotongan rambut akan dilakukan ritual doa di beberapa tempat agar upacara dapat berjalan lancar. Tempat-tempat tersebut adalah: Candi Dwarawati, komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatot Kaca, Telaga Balai Kambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, komplek Pertapaan Mandalasari (gua di Telaga Warna), Kali Pepek, dan tempat pemakaman Dieng.



  
Malam hari sebelum prosesi akan dilakukan Upacara Jamasan Pusaka,  yaitu pencucian pusaka yang dibawa saat kirab anak-anak rambut gimbal. Keesokan harinya baru dilakukan kirab menuju tempat pencukuran, si anak diarak dari rumah sesepuh pemangku adat dan berhenti di dekat Sendang Maerokoco atau Sendang Sedayu, tempat penyucian rambut. Setelah itu, barulah ritual pemotongan rambut dilaksanakan. Potongan rambut gimbal tersebut kemudian dihanyutkan ke Telaga Warna yang menandakan bahwa rambut tersebut dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Ratu Laut Kidul.
 
Acara ini diperkirakan mampu menarik lebih dari 15 ribu pengunjung sehingga wisatawan disarankan memesan penginapan dari jauh hari sebelumnya. Jika Anda ingin tinggal di desa sekitar Dieng, ada banyak losmen kecil dan hotel di sini. Anda juga dapat tinggal di rumah penduduk yang dapat disewa dengan harga relatif murah.Terdapat beberapa homestay di Dieng Kulon maupun Dieng Wetan.
    
Dataran Tinggi Dieng sendiri terletak di dua kabupaten sekaligus. Sebagian bernaung di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan sebagian lagi berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng bagaikan ‘negeri di atas awan’ karena terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai kawasan sakral dan tempat bersemayamnya Dewa Dewi.

26.7.15

Scooterist Dirikan Posko Mudik Vespa di Pemalang


Pemalang –Vespalovers ada yang mudik memakai kendaraan Vespa dan tengah melintas di Pemalang? Jangan khawatir kalau mogok di sana ada posko mudik Lebaran 2015 khusus Scooterist yang didirikan oleh Forum Komunikasi Scooterist Pemalang (FKSP).
Posko mudik ini berada di bypass jalur lingkar tepatnya di depan Terminal Induk Kabupaten Pemalang. Posko berdiri dr tanggal 14 Juli 2015 sampai malam takbiran tetapi mulai aktif dijaga selama 24 jam secara bergantian oleh teman teman dari Scooterist Pemalang.
“Pendirian posko bersama ini dimaksudkan untuk membantu lancarnya arus mudik Lebaran 2015, memberikan bantuan kepada para Scooterist dan warga yang sedang Mudik ke kampung halaman dalam rangka merayakan hari raya Idul fitri 1436 H,” ujar Aang Hidayat  dari Scooterist Pemalang.
Pendirian posko sukarela ini juga merupakan upaya untuk menepis anggapan negatif terhadap Scootertist di Kabupaten Pemalang. Menurut mereka, harus dibedakan antara klub motor dan geng motor.
Mereka membantu secara sukarela dan antusias memberikan pelayanan terhadap para pemudik.
Selain posko yang didirikan komunitas Vespa ini di wilayah lain sepanjang jalur mudik, banyak juga terdapat posko bantuan mudik lainnya yang didirikan oleh elemen masyarakat, baik klub motor (otomotif), gerakan pramuka, Provider Telekomunikasi, organisasi keagamaan, LSM, dan sebagainya.(Kik)

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN