"Berscooter Kita Bersaudara"

7.9.14

Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) Berharap Perhatian Pemerintah


Vespa memiliki daya tarik tersendiri, unik dan berkesan. Itu alasan Ferdy Hendra pria asal Palembang, datang ke Medan menghadiri acara Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) XII di Sirkuit IMI Jalan Pancing Medan
Medan - Ferdy Hendra tampak bersemangat. Ribuan Vespa yang berjejer di Sirkuit Pancing dalam acara Kumpul Bareng Scooterist Sumatera (KBSS) ke XII  menghilangkan rasa lelahnya setelah melakukan perjalanan Palembang-Medan, Minggu, (24/8) lalu dan sampai di Medan pada Selasa, (26/8) lalu.
Tak hanya itu, vespa miliknya yang jauh dibawa dari Palembang akhirnya mampu memenangkan kontes kategori original. Vespa dengan warna biru dan sudah bekarat tersebut pun menjadi pusat perhatian dan dikerumuni para pengunjung.
“Vespa memiliki daya tarik tersendiri, unik dan berkesan. Itu alasan saya datang kemari,” ujarnya saat ditemui Sumut Pos, Minggu (31/8).
Vespa dengan flat BG 12911 milik Ferdi adalah Vespa keluaran 1956, Dougless. Ia membelinya dari seorang warga di sekitaran Jembatan Ampera dengan harga yang terbilang mahal 12 tahun lalu. Warna, body semuanya masih original, kecuali beberapa perangkat kicil seperti sarung tangan di stang dan ban yang digunakan.
“Semua original, kecuali stang dan ban yang dipakai, begitu pun ban originalnya masih saya letakkan di belakangnya, tapi memang tidak dapat lagi digunakan,” ujarnya sembari menjawab banyak pertanyaan lain dari pengunjung yang merubuni motornya.
Ia mengaku sudah sejak 1999 tertarik melihat vespa, namun baru serius pada tahun 2008. “Saya suka vespa karena unik dan pertemanan antar sesama vespa itu kuat. Makanya saya sempatkan hadir ke acara ini jauh dari Palembang,” katanya.
Sementara itu, ketua panitia KBSS XII, Eric Murdianto menjelaskan, kegiatan ini dirancang dengan konsep carnaval. “Konsepnya seperti karnaval, semua vespa yang masuk di letakkan sejajar, intertaint karena ada UKMnya ada juga kulinernya dan berbagai kontest kita buat,” ujarnya sembari mengatakan tahun lalu KBSS dilaksanakan di Jambi.
Tambahnya, peserta kali ini berasal dari Sabang sampai Marauke, bahkan hadir pula scooterist dari Filipina, Timika dan Malaysia. “Yang jauh dari luar kami nyebutnya scooter terbang. Jadi acaranya ini Sumatera, tapi yang hadir dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan Eric, tujuan kegiatan tak lain untuk memperkenalkan potensi yang terdapat di Sumut, khususnya di Medan serta mempererat silaturahmi antar scooter dan meningkatkan kreatifitas anak-anak muda.
“Tapi namanya hobi yah, pasti kendala tetap ada. Selama ini kami secara maksimal dibantu oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) makanya, saya berharap pemerintah bisa memperhatikan kami. Khususnya Pemprov Sumut, kami perlu ruang hobi, ruang kreatif karena inikan bisa menjadi event tahunan dan potensinya cukup besar untuk memperkenalkan Medan. Seperti hari ini, kami jual majalah tetang Medan plus sertifikat, inikan membantu,” harapnya. (kik)

1.9.14

Dieng Culture Festival 5

Kawasan Dieng, Wonosobo selalu menyapa wisatawan dengan pesona alam yang memukau, dengan keindahan di ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, ditambah dengan budaya masyarakat setempat yang menghasilkan daya pikat yang unik dan memukau. Hal ini yang akan ditampilkan dalam Dieng Culture Festival 2014 yang kelima yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 sampai 31 Agustus 2014.
Dataran Tinggi Dieng terletak di dua kabupaten sekaligus. Wilayah sebagian berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan wilayah lainnya terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dataran tinggi ini diibaratkan sebagai negeri di atas awan karena terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut menjadikan udaranya sejuk dan menyegarkan dan selalu ditutupi kabut tebal. Pesonannya menjadikan tempat ini diyakini sebagai kawasan sakral dan tempat bersemayamnya Dewa Dewi.

 

Dieng Culture Festival 2014 yang diselenggarakan untuk kelima kalinya ini merupakan pesta budaya terbesar di Dieng.Festival ini akan dibuka dengan jalan sehat sambil menikmati hangatnya Purwaceng; minuman herbal khas Dieng. Pengunjung juga dapat ikut serta dalam serangkaian atraksi seni budaya, mulai dari  pertunjukkan wayang kulit, pameran kerajinan khas Dieng, festival film indie pelajar, pesta balon dan lampion, dan juga semaraknya musik jazz di atas awan.

 


Sebagai acara puncak, Upacara yang paling ditunggu para wisatawan adalah ruwat rambut gimbal. Upacara ini merupakan upacara turun-temurun dengan keyakinan dan mitos warga di Dieng, dimana beberapa anak yang memiliki rambut gimbal asli akan dipotong kemudian diupacarakan untuk dilarung ke sungai. Di tahun ini , upacara ini dapat menarik lebih dari 20 ribu pengunjung (kik) 

27.8.14

Di Indonesia, Mods & Rockers Telah Bersatu

JAKARTA - Melihat dari sejarah, Mods dan Rockers sangat sulit untuk disatukan. Tapi di Indonesia itu tidak terjadi. Kedua subkultur asal Inggris ini bersatu dan menjalin persaudaraan dan merekatkan hubungan persaudaraan bikers Indonesia.

Untuk diketahui, Mods dan Rockers telah berseteru sehingga punya masa kelam tak terlupakan di pertengahan tahun 1960-an. Kedua aliran ini telah masuk ke Indonesia dan berkembang cukup pesat.

Unity Team yang berada di bawah payung U Mild turut menjembatani dan menyelaraskan perbedaan yang ada antara kedua subkultur ini melalui kegiatan Unity Pitstop bertajuk “Mods vs Rockers”. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia.

Kegiatan bikers yang diberi tema “Friendship For Nation” ini digelar bertepatan di Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2014 di Kampung Kemang Foodcourt, Jakarta. 

"Untuk memaknai hari kemerdekaan Indonesia yang ke-69 ini U Mild bersama bikers dari kelompok scooters dan café racers bersatu mengobarkan semangat Unity Team melalui kegiatan yang positif," terang Mohamad Khadafi, Pembina Panitia Mods vs Rockers 2014 dalam keterangan resminya.

Pria yang akrab disapa Daffi ini mengatakan kegiatan ini meliputi rolling thunder hingga permainan khas 17 Agustus-an. 

Pengamat bikers sekaligus penggiat modifikasi motor, Nurfil Aiman, menilai gelaran  Mods vs Rockers di Indonesia para bikers dari dua kelompok subkultur yang berbeda ini jauh lebih cair dan lebih guyub.

Tercatat lebih dari 2.000 bikers dari berbagai komunitas dan klub scooter serta café racer yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya hadir untuk meramaikan acara ini. Adapun komunitas dan klub yang hadir di antaranya adalah Lambretta Club Indonesia, Piaggio Lovers, Beat Boys, Warriors Jakarta dan lainnya. (ian)

Sumber : Okezone 

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN