"Berscooter Kita Bersaudara"

18.11.15

Ingin Nostalgia, Vespa Hadirkan PX 125 Edisi Klasik



Salah satu cara yang kerap dilakukan para produsen kendaraan untuk memeringati hari ulang tahun adalah dengan membuat produk edisi khusus. Hal ini juga dilakukan oleh Piaggio, produsen sepeda motor merek Piaggio dan Vespa, untuk merayakan hari ulang tahun yang ke-70.
Dilansir dari Visordown, Rabu 18 November 2015, akan ada edisi khusus untuk Vespa tipe PX, Primavera dan GTS. Uniknya, tampilan motor dibuat menyerupai model lawas yang pernah mereka luncurkan puluhan tahun lalu.
Perubahan dilakukan pada bagian cat bodi motor, warna spesial untuk velg dan emblem khusus. Selain itu, jok akan dibalut dengan warna cokelat gelap, lengkap dengan logo Vespa 70 di pelapisnya.
Konsumen yang membeli edisi khusus ini juga akan mendapatkan boks dan dudukannya secara gratis. Sayangnya, tidak disebutkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk bisa memiliki motor baru berpenampilan klasik ini.
Selain edisi khusus, Piaggio juga meluncurkan model terbaru dari tipe Liberty dan Medley. Khusus untuk Liberty, sistem pengeremannya sudah dilengkapi dengan fitur anti-lock braking system (ABS).

16.11.15

Lima Penyebab Vespa Tua Gampang Mogok




Sebagian orang melihat skuter Vespa, tidak lebih dari sekadar kendaraan alternatif yang memiliki bentuk unik. Tetapi, bagi para pencinta Vespa di Indonesia, tak semata-mata soal bentuknya saja. Sebab, banyak dari mereka yang mengaku menjadikan Vespa sebagai bagian dari hidupnya.

Meski banyak edisi terbaru dari Vespa, model klasiknya masih tetap melekat di 'hati' para penggemarnya. Hal yang paling menonjol dan kerap dipertontonkan mereka, yakni solidaritas yang tinggi di jalan. Kerap menyapa dan saling menolong jika ada salah satu motor Vespa yang mogok.

Bicara Vespa klasik, ada masalah yang kerap menghantui bagi para pemiliknya. Lantaran masuk dalam motor tua, performanya sudah tak maksimal. Tak heran, jika motor ini akrab dengan mogok. Terlebih, jika si empunya tak cekatan melakukan perawatan.

Lantas, apa saja masalah-masalah yang kerap menimpa Vespa klasik? Berikut seperti diulas Dede Suhendar, mekanik andal Vespa yang membuka bengkelnya di kawasan Citayam, Depok, kepada VIVA.co.id:

1. Karburator
Seperti pada motor umumnya, motor yang menggunakan sistem karburator terkadang ada beberapa komponen yang harus sering dicek dan dibersihkan, yakni pada jarum (Main Z dan Slow Z) dan pada bagian lain yang ada di bagian karburator.
Tujuannya, agar pemberian masukan hasil campuran bahan bakar dari karburator ke ruang bakar lancar, sehingga laju motor tidak tersendat-sendat atau 'brebet'.

2. Kabel persneling
Para pemilik Vespa klasik tentunya sering mengalami masalah ini. Salah satu indikasi kabel persneling bermasalah ialah terasa keras, atau susah pada saat melakukan oper gigi, tak jarang pula sering selip. Jika terjadi seperti itu, berarti kabel persneling yang mengalami masalah, cek kabelnya. Biasanya, kabel sering longgar dan harus segera diatasi dengan cara menyetelnya.

3. Busi 
Busi kerap menjadi pemicu motor menjadi mogok. Pada motor dua-tak seperti Vespa (klasik), busi harus rajin-rajin diperhatikan. Sebab, busi pada Vespa bisa cepat mati, atau berkerak. Sehingga, busi harus sering diganti, jika hanya berkerak.
Busi dapat dibersihkan dengan bensin dan ampelas, serta dibersihkan dengan jarum kecil, atau kawat untuk membersihkan kerak yang tersisa pada bagian kepala busi. Biasanya, pemicu masalah ini adalah pada pemilihan oli samping yang kurang tepat.

4. Stut kopling
Perangkat ini juga disebut-sebut juga butuh perhatian khusus. Sebab, kopling merupakan hal yang penting bagi motor yang menggunakan kopling manual seperti Vespa ini.
Biasanya, pada bagian kopling vespa yang sering cepat aus adalan bagian stutnya. Sebab, bentuknya yang bulat pipih ini terbuat dari bahan kuningan untuk yang lokal bukan originalnya. Jadi, jika ingin membeli stut kopling Vespa, dianjurkan cari yang asli.

5. Masalah pengapian
Ada kalanya, busi Vespa menjadi mudah mati, karena masalah pengapian yang tidak maksimal. Untuk memperbaiki masalah tersebut, sebaiknya cek dulu koil, kondensor, dan platina. Biasanya, koil jarang rusak jika menggunakan yang asli. Jadi, jika Anda menggunakan versi bajakan, bisa jadi ini merupakan pangkal masalahnya. Jika tidak, mungkin masalah terletak pada kondensornya yang rusak.

Untuk mendeteksinya, biasanya kondensor yang rusak bakal menyebabkan mesin jadi tersendat-sendat. Jika kondisi kondensor baik-baik saja, mungkin masalahnya terletak pada platina.
Jarak ideal platina adalah 0,5 milimeter. Jika jaraknya terlalu dekat, bisa menyebabkan mesin Vespa terbatuk-batuk. Sementara itu, jika terlalu jauh, percikan api tidak bisa berjalan dengan maksimal. (kik )

13.10.15

Kustomfest 2015 , Banyak Motor 'Gila'



Yogyakarta -Kustomfest Indonesian Kustom Kulture Festival . Ajang modifikasi ternama di Indonesia ini digelar pada 3-4 Oktober 2015 di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta.

Kustomfest 2015 tahun ini mengusung tema Showin Soul, yang merupakan representasi bagi pelaku industri kustom kultur untuk menunjukkan karya Indonesia dengan sepenuh jiwa. Sebuah karya yang merupakan perwujudan proses yang jujur dan menjunjung tinggi nilai-nilai apresiasi dan nilai respect.

"Kustomfest 2015 ini membawa tagline Showin Show, kami ingin menunjukkan custom Indonesia telah berkembang pesat. Tapi banyak modifikator yang menjiplak, mereka lupa kita memiliki jiwa (karakter sendiri khas Indonesia-Red)," ujar CEO Kustomfest, Lulut Wahyudi dalam kata sambutan pembukaan Kustomfest 2015.

Sambutan hangat juga diberikan modifikator asal Jepang, Mooneyes, Shige Suganuma. "Ini untuk kesekian kalinya saya hadir di sini, saya sangat enjoy bisa berada di sini. Ini Sangat luar biasa," kata Shige.

Tidak ketinggalan, builder alias modifikator ternama dunia asal Amerika Yaniv Evan dari rumah modifikasi Powerplant Motorcycle, juga menyebut modifikator Indonesia sangat luar biasa yang membuat dirinya geleng kepala.

"Saya sangat senang bisa hadir di sini. Di sini (Kustomfest 2015) banyak sekali motor-motor gila (modifikasi terbaik-Red)," ujar Yaniv.

Tidak lupa Assisten Perekonomian Pembangunan, Didik Purwadi, juga sangat senang bisa hadir di Kustomfest 2015.

"Saya seperti dalam mimpi bisa hadir di sini, dan baru pertama kali saya mendapat perintah hanya 30 menit sebelum penyelenggaraan ini berlangsung. Ini menandakan awalnya Pak Gubernur Yogyakarta memang sebenarnya ingin sekali hadir di sini," kata Didik.



"Ini luar biasa penyelenggara sudah dilakukan sudah 4 kali. Selamat datang para modifikator dunia di Yogyakarta, Indonesia. Semoga ini bisa menunjang perekonomian Yogyakarta, karena kita mengusung industri kreatif, kami sangat bangga dengan ajang ini. Silahkan masyarakat Jogja menikmatinya, mari kita dukung, semoga Allah SWT bisa meridhoi semua cita-cita kita ini," tambahnya.

Kustomfest 2015  menghadirkan bermacam pertunjukan karya kustom terbaik seperti Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Kustom Paint Battle, Kustom Art & Klasik Island, Vendor Booth, Body Art Show, Kustom Bicycle & Pedal Car, Junkyard Festival, Diecast Show, Stunt Rider Show, Helmet Kustom Paint Kontest, Photo Kontest, BMX Kontest, Kustom Kulture Foodfest.

For Sale

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Blog Archive

Recent Comments

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN