"Berscooter Kita Bersaudara"

9.4.14

Lambretta Klasik Warisan Embah Buyut

JAKARTA (DP) – Lambretta LD 125cc lansiran 1952 yang mangkal di bengkel Primo 116 Werx ini hampir 2 tahun ‘nganggur’, tidak diambil oleh pemiliknya. Menurut Noerman Pulungan, pemilik Primo 116 Werx, Lambretta LD ini memang dititipkan di bengkel sejak selesai di renovasi.
“Itupun pembenahannya hanya pada penggantian ban dan pengecatan badan yang lecet,” paparnya.
Sedangkan mesin Lambretta masih orisinal dan masih hidup, 125cc berdaya 3,8 hp dan kecepatan maksimal 70-75 km/jam. Pemilik hanya menungganginya jika ada acara atau kegiatan berkumpulnya Lambretta se Jakarta.
 
Karburator  yang terpasang masih asli nya, Dell’Orto MA18B2. Sedangkan  untuk suspensi depan sama seperti L ambretta D yang tertutup o leh tabung garpu sendiri dengan menggunakan tension fork link spring.
Untuk kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM) 6,3 liter. Cadangan 0,7 liter.
 

 

  “Body dan mesinnya, sih, dijamin masih asli dari pabriknya. Memang pemiliknya adalah kolektor barang antik yang masih keturunan Keraton Surakarta. Selain skuter ini, masih banyak koleksinya di rumahnya. Lambretta ini dititipkan ke saya karena di rumahnya tidak muat lagi,” terang Noerman yang menyembunyikan nama pemilik Lambretta ini.
Menariknya motor ini pernah ditawar orang bule sampai 125 juta rupiah. Tetapi tetap saja pemiliknya tidak mau menjualnya.
 
“Alasannya karena warisan turun-temurun dari keluarga. Jadi sayang kalau dijual. Mungkin sampai kapan pun gak dijual kali oleh dia.” [dp/Res]
Alamat Bengkel Primo 116 Werx:
Kompleks Flamboyan
Jl. Flamboyan Raya No. 31
Rempoa, Tangerang Selatan
Telepon: 08889913188

1.4.14

Komunitas Vespa dan Musisi Galang Bantuan Korban Bencana




Pemalang  -Bencana yang bertubi-tubi di sejumlah daerah membuat sejumlah musisi dan Scooterist di Kabupaten Pemalang yang tergabung dalam komunitas kosong enam bersimpati.

Rasa simpati itu kemudian mereka wujudkan dalam sebuah acara Ngamen 'Lewat musik kita peduli bencana, Pray to Pemalang' yang digelar di dua titik yaitu pasar Moga dan perempatan lampu merah Randudongkal Pemalang (22/03/2014) lalu.

"Kami hanya punya kemampuan bermusik, itulah yang nanti kami persembahkan untuk menyentuh masyarakat agar menyisihkan dananya bagi saudara-saudara kita yang sedang terlanda musibah," papar Udin, penggagas acara amal ini.

Acara yang dikemas bersama Komunitas musik dan Scooterist Independent Pemalang (SIP) juga didukung salah satu provider telekomunikasi ini ternyata mendapat sambutan antusias penyanyi dan Group band dari sekitar pemalang. 
 
Dalam pentas musik yang dimulai pukul 09.00 pagi dimulai dari 2 titik yaitu Moga dan Randudongkal mendapat antusias dari para pengguna jalan yang sedang melintas.

Lagi menurut Udin, salah satu pengurus komunitas ini menaruh apresiasi atas respons para musisi dan penyanyi di Kabupaten Pemalang. 

Untuk donasi sampai acara ditutup pukul 5 sore dari total donasi yang terkumpul Rp.5.755.500 yang disumbangkan langsung kepada korban longsor di daerah Cikadu karena sampai saat ini 2020 jiwa masih tinggal di barak Pengungsian.

"Kami sudah beberapa kali melakukan aksi sosial ke warga Pemalang dan sekitar yang sedang tertimpa musibah. Peran serta para musisi dan Scooterist ini tentu memberi semangat tersendiri bagi kami, dan sekaligus bukti bahwa masih banyak masyarakat kita yang peduli pada saudaranya yang sedang tertimpa bencana," cetusnya.(kik)

26.3.14

Reparasi kipas magnet Vespa 2-tak




Fungsi kipas magnet pada Vespa 2-tak adalah sebagai pendingin ketika mesin bekerja. Namun sebaliknya, jika beberapa sirip yang terdapat pada magnet tersebut rontok, akibatnya mesin jadi panas dan akan menghambat kinerja mesin.
Menurut Derin, punggawa bengkel Derin Motor Sport (DMS) di bilangan Kemayoran mengatakan bahwa beberapa pemilik Vespa mesin konvensional memang jarang mengalami rontoknya sirip-sirip kipas pada magnet. Akan tetapi, rontoknya kipas bisa direparasi dengan mengganti kipas dari bahan plastik atau babet
 

"Kalau kita sengaja membeli magnet orisinil, harganya terlalu mahal. Bisa diatas Rp 1 juta. Tapi, dengan modal Rp 100 ribu saja, kita bisa sudah bisa memiliki magnet baru lagi," terang Derin.
Langkah pertama, lepaskan magnet dari mesin Vespa. Selanjutnya, bawa magnet yang rontok tersebut ke bengkel bubut untuk memapas dan menghaluskan semua sisa-sisa sirip yang rontok. Biaya yang dikeluarkan untuk ongkos bubut sekitar Rp 45 ribu.
Sambil menunggu pembubutan, kita bisa membeli kipas magnet dari bahan plastik atau babet. "Biar awet, pakai kipas dari bahan babet saja. Karena, bahan dari plastik biasanya untuk spek balap yang hanya sekali pakai," saran Derin. Harga kipas dari bahan babet sekitar Rp 50 ribu.
Kipas magnet yang sudah dibubut, dibor dan ditap untuk lubang baut berukuran 11 inch. Siapkan 4 lubang berikut baut dan ringnya. Selesai membuat 4 lubang, pasang kipas babet dengan mengencangkan keempat bautnya.
Perhatikan panjangnya baut, jangan sampai tembus dan mengenai spul magnet. Pasang kembali kipas magnet hasil reparasi tersebut pada mesin Vespa.
Selamat mencoba! 

Vespa Style Never Last © 2008. Template by Hengky Kik.

SCOOTMAN